PKK Desa Benakitan
![]() |
| PKK Desa Benakitan Tahun 2019 |
10 Pokok Program PKK :
1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
2. Going Royong
3. Pangan
4. Sandang
5. Perumahan Dan tatalaksana
Rumah Tangga
6. Pendidikan Dan Keterampilan
7. Kesehatan
8. Pengembangan hidup berkoperasi
9. Kelestarian Lingkungan
10.Perencanaan sehat
VISI PKK DESA BENAKITAN
Terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, lahir dan batin.
MISI PKK DESA BENAKITAN
1. Meningkatkan pembentukan karakter keluarga melalui mental spiritual, penghayatan, pengamalan pancasila, kegotong royongan serta kesetaraan dan keadilan gender
2. Meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga melalui berbagai upaya ketrampilan dan pengembangan koperasi
3. Meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang dan perumahan sehat dan layak huni
4. Meningkatkan derajat kesehatan keluarga, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat
5. Meningkatkan pengelolaan gerakan PKK meliputi kegiatan pengorganisasan dan peningkatan sumber daya manusia
Pokja I mengelola program Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Program Gotong Royong.
a. Tugas
1. Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam wadah
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Meningkatkan ketahanan keluarga dalam rangka mewujudkan kesadaran setiap warga tentang Penghayatan dan
Pengamalan Pancasila melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN)
3. Memantapan Pola Asuh Anak dan remaja dalam keluarga serta perlindungan anak melalui Lokakarya dan Ujicoba
4. Peningkatan pemahaman dan pengamalan perilaku budi pekerti dan sopan santun dalam keluarga dan lingkungan
5. Meningkatkan pemahaman peraturan perundangan yang berkait dengan pencegahan Kekerasan Dalam Rumah
Tangga (KDRT), pencegahan perdagangan orang (trafficking), peningkatan pemahaman penyalahgunaan narkoba melalui life skill dan parenting skill.
6. Meningkatkan kesadaran hidup bergotong royong, kesetiakawanan sosial, keamanan lingkungan, Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan lain lainnya.
7. Memberdayakan LANSIA dalam kegiatan yang produktif dan menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungannya.
b. Prioritas Program
1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Menumbuhkan
ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu
dilaksanakan pemahaman secara terpadu :
ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu
dilaksanakan pemahaman secara terpadu :
A. Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN):
PKBN mencakup 5 (lima) unsur :
- Kecintaan tanah air.
- Kesadaran berbangsa dan bernegara
- Keyakinan atas kebenaran Pancasila
- Kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara serta
- Memiliki kemampuan awal bela Negara.
B. Kesadaran Hukum (KADARKUM)
KADARKUM adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang peraturan perundang-
undangan diprioritaskan di PKK untuk pencegahan PKDRT, Trafficking, Perlindungan
Anak, NARKOBA Dan lain-lain.
undangan diprioritaskan di PKK untuk pencegahan PKDRT, Trafficking, Perlindungan
Anak, NARKOBA Dan lain-lain.
C. Pola Asuh Anak dan Remaja
Pola Asuh anak dan remaja adalah upaya untuk menumbuhkan dan membangun perilaku,
budi pekerti, sopan santun didalam keluarga sesuai budaya bangsa.
budi pekerti, sopan santun didalam keluarga sesuai budaya bangsa.
D. Pemahaman dan Ketrampilan Hidup (Life Skill And Parenting Skill)
Pemahaman dan ketrampilan hidup adalah upaya menumbuhkan kesadaran orang tua dalam
upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba.
E. Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan
mewujudkan tertib administrasi kependudukan di keluarga.
mewujudkan tertib administrasi kependudukan di keluarga.
2. Gotong Royong
Kegiatan gotong royong dilaksanakan dengan membangun kerjasama yang baik antar
sesama: keluarga, warga dan kelompok untuk mewujudkan semangat persatuan dan
kesatuan.
A. Menumbuhkan kesadaran, kesetiakawanan sosial, bertenggang rasa dan
kebersamaan serta saling menghormati antar umat beragama
B. Memberdayakan LANSIA agar dapat menjaga kesehatan fisik dan
mental, kebugaran, keterampilan agar dapat melaksanakan kegiatan secara
produktif dan menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya.
C. Berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial, kegiatan
Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Program Kerja Pokja II
Pokja II mengelola Program Pendidikan dan Ketrampilan dan Pengembangan Kehidupan Berkoperasi.
1. Tugas
A. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan dalam keluarga, peningkatan jenis
dan mutu kader, peningkatan pengetahuan TP PKK dan kelompok-kelompok PKK dan Dasawisma
melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.
B. Melaksanakan dan mengembangkan kegiatan program Bina Keluarga Balita(BKB).
C. Memantapkan Kelompok Belajar (Kejar) Paket A dan B dan C
D. Meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan kesadaran dalam keluarga tentang
pentingnya pendidikan anak sejak usia dini (0-6) tahun agar anak tumbuh dan berkembang
secara optimal sesuai dengan usianya.
E. Membantu program Keaksaraan Fungsional (KF) dalam rangka meningkatkan
pendidikan keluarga.
F. Meningkatkan kelompok dan kualitas Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga
(UP2K) PKK.
G. Memotivasi keluarga tentang manfaat koperasi sebagai salah satu upaya
perbaikan ekonomi keluarga dan mendorong terbentuknya koperasi yang dikelola oleh PKK.
H. Identifikasi kebutuhan pelatihan.
I. Menyusun modul-modul pelatihan.
J. Berparitisipasi dalam Forum PAUD bekerjasama dengan Pokja IV yang
difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
K. Meningkatkan pengetahuan masyarakt tentang pentingnya pendidikan dasar
untuk semua sesuai dengan tujuan MGDs yaitu agar setiap anak laki-laki dan perempuan
mendapatkan dan menyelesaikan pendidikan dasar.
2. Prioritas Program
A. Pendidikan dan Ketrampilan
i. Meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, kesadaran dan
ketrampilan keluarga yang mempunyai anak balita mengenai tumbuh kembang anak balita
secara optimal.
ii. Menyusun modul pelatihan BKB bagi TP PKK dan mengadakan pelatihan BKB
iii. Meningkatkan mutu dan jumlah pelatih PKK dengan mengadakan pelatihan pelatih/ Training of Trainer (TOT).
iv. Menyempurnakan modul-modul pelatihan TPK3PKK, LP3PKK dan DAMAS PKK
sesuai dengan perkembangan serta mensosialisasikannya antara lain melalui pelatihan-pelatihan : TPK3PKK,
LP3PKK dan DAMAS PKK.
v. Meningkatkan pengetahuan TP PKK dalam kegiatan Pos PAUD melalui kegiatan PAUD yang diintegrasikan
dengan BKB dan Posyandu dengan pertemuan mitra PAUD bekerja sama dengan Pokja IV
vi. Meningkatkan jumlah, pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mendidik anak usia dini melalui
pelatihabekerja sama dengan instansi terkait dan HIMPAUDI.
vii. Meningkatkan ketrampilan kecakapan hidup (LIFE SKILL) perempuan maupunlaki laki sehingga mampu
berusaha secara bersama atau mandiri untuk memperkua kehidupan diri dan keluarganya.
viii. Mengadakan monitoring dan evaluasi kegiatan Pos PAUD di TP PKK Provinsi untuk mengetahui sejauh mana
pengintegrasian PAUD, BKB dan Posyandu
ix. Meningkatkan kejar Paket A, B dan C melalui pelatihan Tutor Kejar PaketA, B dan C bekerja sama dengan
instansi terkait.
x. Meningkatkan dan menyuluh keluarga tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
(WAJARDIKDAS 9 tahun).
xi. Meningkatkan pendidikan dan ketrampilan keluarga serta pengembangan Keaksaraan Fungsional (KF)
dengan pendampingan melalui penyuluhan, orientasi dan pelatihan.
xii. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan baca tulis, serta membudayakan minat baca masyarakat
melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Sudut Baca bekerja sama dengan instansi terkait.
xiii. Meningkatkan pelaksanaan kerjasama dengan mitra sebagai pendamping, yaitu lintas sektoral dan lintas
kelembagaan.
B. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
i. Melaksanakan evaluasi UP2K-PKK dan mengadakan lomba UP2K untuk mengetahui sejauh mana
pelaksanaan kegiatan UP2K-PKK didaeah dan mengetahua keberhasilannya.
ii. Mengadakan pelatihan UP2K-PKK dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang program UP2K-PKK
agar TP PKK Provinsi mempunyai tenaga terampil dalam pengembangan program UP2K-PKK
iii. Mendata ulang jumlah kelompok-kelompok UP2K-PKK
iv. Mengatatasi cara pemecahan masalah mengenai permodalan untuk kegiatan UP2K PKK melalui APBD,
Lembaga Keuangan Mikro yang ada, baik yang bersifat bank seperti BRI Unit Desa, Bank Perkreditan Rakyat,
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, Alokasi Dana Desa (ADD) dan lain2.
v. Mengupayakan pemasaran UP2K PKK melalui pasar, warung, ikut pada pameran, bazar baik lokal maupun
nasional dan menjalin kemitraan dengan Dekranas /Dekranasda
vi. Memotifasi keluarga agar mau menjadi anggota koperasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
vii. Mendorong terbentuknya koperasi yang berbadan hukum yang dikelola oleh TP PKK Dalam pelaksanaa
prioritas program disesuaikan dengan kemampuan daerah dan menjallin kemitraan dengan instansi terkait.
Pokja III mengelola program Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga
Tugas:
i. Mengupayakan ketahanan keluarga dibidang pangan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan.
ii. Meningkatkan penganekaragaman tanaman pangan dalam upaya peningkatan gizi keluarga menuju
keluarga yang berkualitas.
iii. Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang Beragam Bergizi, Berimbang
(3B), yang aman dan berbasis sumber daya lokal.
iv. Mengusahakan pemanfaatan lahan baik darat maupun air, minimal untuk pemenuhan kebutuhan pangan
keluarga.
v. Berperan dan membantu dalam program Cadangan Pangan Masyarakat.
vi. Memantapkan Gerakan Halaman, Asri, Teratur, Indah dan Nyaman (HATINYAPKK).
vii. Memanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam upaya meringankan beban kerja sehingga hasilnya lebih
efektif dan efisien.
viii. Membudayakan Aku Cinta Makanan Indonesia dan Aku Cinta Produksi Indonesia sehingga menumbuhkan
rasa bangga.
ix. Mensosialisasikan pola pangan 3B untuk keluarga khususnya bagi balita dan lansia.
x. Meningkatkan penggunaan bahan sandang dalam negeri serta mendorong peningkatan kualitas dan
kuantitas produksi dan pemasarannya
xi. Mengembangkan kreatifitas Usaha Kecil Mikro (UKM) dengan berbagai produkbusana, cinderamata
khas daerah untuk menunjang pariwisata.
xii. Mendorong terciptanya lapangan/kesempatan kerja di bidang jasa, sandang pangan dan perumahan.
xiii. Memasyarakatkan rumah sehat dan layak huni sebagai upaya terwujudnya kualitas hidup keluarga.
xiv. Memantapkan pemahaman tentang fungsi rumah sebagai tempat tumbuh kembang keluarga harmonis.
xv. Meningkatkan jalinan kerjasama dengan institusi terkait.
xvi. Melaksanakan PMT- AS terkoordinasi dan terpadu.
xvii. Sosialisasi program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan(GEMARIKAN) dalam rangka
mencerdaskan bangsa.
xviii. Melaksanakan Program Nasional Gerakan Perempuan, Tanam, Tebar dan Pelihara Pohon untuk
mengantisipasi akibat perubahan iklim yang berdampak pada ketahanan pangan keluarga.
xix. Menjaga kelestarian hutan.
Prioritas Program
A. Pangan
i. Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga melalui penganekaragaman pangan yang bergizi sesuai potensi daerah.
ii. Peningkatan pangan keluarga sehari-hari dengan mendorong terciptanya sikap dan perilaku
masyarakat melalui penganekaragaman makanan dengan menerapkan pola pangan
3B (beragam, bergizi, berimbang), sesuai potensi daerah.
3B (beragam, bergizi, berimbang), sesuai potensi daerah.
iii. Mewaspadai terjadinya keracunan pangan, mulai dari menanam, memilih, mengolah sampai
terhidangnya makanan, menghindari bahan tambahan makanan yang berbahaya antara lain
:zat pewarna, bahan pengawet, produk kedaluwarsa, dan penggunaan pestisida.
iv. Meminimalkan budaya / tradisi pangan yang merugikan kesehatan misalnya orang hamil / balita banyak
pantangan makan.
v. Mengoptimalkan HATINYA PKK dengan tananam pangan dan tanaman produktif/keras (bernilai
ekonomis tinggi), minimal untuk memenuhi keperluan dan tabungan keluarga serta meningkatkan
Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
vi. Mengembangkan industri pangan rumah tangga dan mengadakan penyuluhan, orientasi
dan pelatihan untuk menunjang pemasaran.
dan pelatihan untuk menunjang pemasaran.
vii. Mengadakan lomba masak secara berjenjang guna meningikatkan kreativitas cipta
makanan.
makanan.
viii. Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk menunjang usaha agrobisnis,
hortikultura, tanaman buah, perikanan, peternakan dan lain-lain untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas produksi dalam mencapai taraf hidup dan kesejahteraan
keluarga.
hortikultura, tanaman buah, perikanan, peternakan dan lain-lain untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas produksi dalam mencapai taraf hidup dan kesejahteraan
keluarga.
ix. Menyempurnakan dan sosialisasi buku Peran PKK Dalam Mendukung Gerakan
Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan
Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan
B. Sandang
i. Mengupayakan adanya hak paten untuk melindungi hak cipta desain.
ii. Mengupayakan keikutsertaan dalam pameran dan lomba baik tingkat lokal, nasional dan internasional.
iii. Mengadakan kerja sama dengan para disainer, pengusaha, industri sandang dan pariwisata.
iv. Membudayakan perilaku berbusana sesuai dengan moral budaya Indonesia dan meningkatkan
kesadaran masyarakat mencintai produksi dalam negeri (Aku Cinta Produksi Indonesia)
C. Perumahan dan Tata Laksana Rumahtangga
i. Menumbuh kembangkan kembali program Pemugaran Perumahan dan Lingkungan Desa
Terpadu (P2LDT) melalui pemugaran rumah layak huni terutama keluarga miskin dan
pengungsi dengan azas Tri Bina (bina usaha, bina manusia dan bina lingkungan),
gotong royong serta mengupayakan bantuan dari instansi/dinas terkait, bank, swasta
dan masyarakat.
Terpadu (P2LDT) melalui pemugaran rumah layak huni terutama keluarga miskin dan
pengungsi dengan azas Tri Bina (bina usaha, bina manusia dan bina lingkungan),
gotong royong serta mengupayakan bantuan dari instansi/dinas terkait, bank, swasta
dan masyarakat.
ii. Meningkatkan pemasyarakatan tentang perumahan sehat dan layak huni serta
menumbuhkan kesadaran akan bahaya bertempat tinggal di daerah tegangan listrik
tinggi, bantaran sungai, timbunan sampah, tepian jalan rel kereta api dan
menumbuhkan kesadaran hukum tentang kepemilikan rumah dan tanah.
menumbuhkan kesadaran akan bahaya bertempat tinggal di daerah tegangan listrik
tinggi, bantaran sungai, timbunan sampah, tepian jalan rel kereta api dan
menumbuhkan kesadaran hukum tentang kepemilikan rumah dan tanah.
iii. Pemasyarakatan dan pemanfaatan TTG dalam rumahtangga, sarana dan prasarana
perumahan serta hemat energi dan mencegah pemborosan.
perumahan serta hemat energi dan mencegah pemborosan.
iv. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang tata laksana rumah tangga
dalam mengharmoniskan dan membahagiakan kehidupan keluarga.
dalam mengharmoniskan dan membahagiakan kehidupan keluarga.
v. Meningkatkan penerapan pola hidup /perilaku bagi penghuni rumah susun.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan upaya pemahaman kesadaran pentingnya pangan yang bergizi, berimbang, beragam dan berkualitas, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga yang sehat melalui lomba-lomba dan kajian. Untuk itu diperlukan kemitraan dengan instansi/dinas terkait antara lain : Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan, Badan Bimas Pertanian, Kementerian PU, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Budaya dan Pariwisata, Perguruan Tinggi terkait, Dekranasda/Dekranas dan lain-lain.
POKJA IV
Pokja IV mengelola Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencnaan Sehat
1. Tugas:
A. Meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan millennium antara lain:
i. Menghapus tingkat kemiskinan dan kelaparan (indikator antara lain: menurunkan
prefalensi anak balita yang kurang gizi)
ii. Menurunkan angka kematian anak
iii. Meningkatkan kesehatan Ibu Hamil
iv. Memerangi penyebaran HIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya
v. Menjamin kelestarian lingkungan hidup
B. Meningkatkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
C. Mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan POSYANDU
D. Memonitor pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP)
E. Melaksanakan pencatatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal,
kelahiran dan kematian bayi dan balita
F. Tanam dan pelihara pohon dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan.
G. Mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dengan melaksanakan program
KB agar tercapai generasi yang sehat, cerdas dan tangguh.
H. Meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup hemat, membudayakan
kebiasaan menabung dan melaksanakan tatalaksana keuangan keluarga dalam rangka
mendukung perencanaan sehat.
I. Prioritas Program:
i. Kesehatan
a. Memantapkan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dalam upaya menurunkan prefalensi
anak balita kurang gizi.
a. Gizi seimbang kepada ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI),
balita.
b. Kualitas gizi pada BUMIL yang Kekurangan Energi Kronis (KEK)
dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA)
c. Penanggulangan gangguan Akibat Kekurangan Garam Yodium (GAKY)
d. Suplementasi zat gizi
e. Pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan
f. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
g. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita, Lansia di
Posyandu
b. Penyediaan Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS);
Upaya penambahan kalori (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, Air) di
sekolah.
Upaya penambahan kalori (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, Air) di
sekolah.
c. Menjadikan PHBS sebagai kebiasaan hidup sehari-hari
a. Membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan pribadi.
b. Menggunting dan memelihara kebersihan kuku.
c. Lomba pelaksana terbaik PHBS setahun sekali
d. Usaha Kesehatan Sekolah
e. Membudayakan Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) dan rutin untuk menurunkan
angka kematian anak dan ibu.
f. Meningkatkan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) tentang manfaat pemakaian
alat kontrasepsi.
g. Meningkatkan penyuluhan pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
h. Meningkatkan tanam dan pelihara pohon dalam upaya kelestarian lingkungan
hidup, mengurangi dampak global warming (pemanasan global).
i. Mendorong swadaya masyarakat dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI),
Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL) melalui antara lain :
a. Gerakan Sayang Ibu (GSI) dengan Program Perencanaan Persalian,
Pencegahan dan Komplikasi (P4K).
b. Mensosialisasikan kesadaran donor darah di Desa dan Kelurahan.
c. Lima Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi Rutin
d. Pencatatan kelahiran dan kematian di kelompok-kelompok Dasawisma.
e. Ambulans Desa.
j. Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib
administrasi kependudukan di keluarga.
k. Optimalisasi Posyandu.
Posyandu adalah pusat pelayanan terpadu dari, oleh dan untuk masyarakat dengan
lima kegiatan utama: Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Diare, Penanggulangan dan
Pencegahan Kekurangan Gizi, Imunisasi dan Keluarga Berencana.
Kegiatan ini berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dalam
pelaksanaannya menjadi 4 strata: Pratama, Madya, Purnama, MANDIRI.
Strata MANDIRI adalah kegiatan-kegiatan terpadu yang meliputi kesehatan, ekonomi,
pendidikan, agama dan lain-lainnya.
Pelatihan, penyegaran, dan pembinaan kader Posyandu secara berkesinambungan.
a. Penyempurnaan dan sosialisasi modul pelatihan kader Posyandu yang
diintegrasikan dengan PAUD dan BKB bekerjasama dengan Pokja II.
b. Penyempurnaan dan sosialisasi Buku Pelatihan Kader Posyandu
c. Sosialisasi Buku Pegangan Kader Gizi.
d. Integrasi Sistim Informasi Posyandu (SIP) dengan Sistem Informasi
Manajemen PKK (SIM PKK) dan sosialisasinya.
e. Mengadakan Jambore Nasional Kader Posyandu setiap tahun sekali
sebagai penghargaan kepada kader dan upaya peningkatan kinerja kader.
f. Lomba Pelaksana Terbaik Posyandu sebagai upaya untuk meningkatkan
mutu dan jumlah Posyandu agar berkembang menjadi Posyandu Mandiri atau
Posyandu Plus.
g. Temu konsultasi pengelola Posyandu tingkat daerah/ nasional.
h. Optimalisasi kegiatan PAUD terintegrasi dengan Posyandu dan BKB
bekerjasama dengan Pokja II.
i. Mengembangkan Posyandu Lansia.
l. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam :
a. Mengenal tanda-tanda kegemukan (obesitas) dan kekurangan gizi.
b. Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan, melahirkan dan nifas.
c. Mengenal tanda-tanda bahaya NARKOBA dan upaya pencegahannya.
d. Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini.
e. Mengenal bahaya penyakit dan dampak kurang bersihnya lingkungan.
f. Orientasi peningkatan kepemimpinan PKK dalam upaya mewujudkan
Indonesia Sehat.
g. Pemanfaatan hasil tanaman TOGA
h. Peningkatan penyuluhan pencegahan penyakit yang dapat dicegah
dengan imunisasi, penyakit DBD, Malaria, Osteoporosis, Gondok, Endemis, Anemia
ibu Hamil, Penyakit Degeneratif seperti Jantung dan Diabetes, Kanker, Stroke,
TB, Penyakit Infeksi dan lain-lain.
ii. Kelestarian Lingkungan Hidup
a. Lingkungan Bersih dan Sehat
a. Menanamkan kesadaran tentang kebersihan pengelolaan kamar mandi dan jamban
keluarga, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)
b. Menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan non organik serta Bahan
Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat yang benar.
c. Mendaur ulang limbah
d. Mengadakan lomba/ Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat.
e. Peningkatan pengetahuan tentang pengadaan, pemakaian dan penghematan air
bersih dan sehat dalam keluarga.
b. Kelestarian Lingkungan Hidup
a. Pengembangan kualitas lingkungan dan pemukiman, kebersihan dan kesehatan,
pada pemukiman yang padat, dalam rangka terwujudnya kota bersih dan sehat
(Health Cities).
b. Pencegahan banjir dengan tidak menebang pohon sembarangan.
c. Program sejuta pohon sebagai paru-paru kota dan pencegahan polusi udara.
d. Pemanfaatan jamban dan air bersih dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.
e. Memasyarakatkan biopori (lubang resapan) untuk mencegah genangan dan
resapan air
iii. Perencanaan Sehat
Meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan sehat antara lain:
a. Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemahaman dan kesertaan
dalam program keluarga berencana menuju keluarga berkualitas.
b. Meningkatkan kemampuan perencanaan kehidupan keluarga sehari-hari
dengan berorientasi pada masa depan dengan cara membiasakan menabung.
c. Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB-KES dalam upaya meningkatkan cakupan
hasil pelayanan KB-KES.
d. Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dalam upaya peningkatan
ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
e. Meningkatkan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon
pengantin.
f. Mengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan
keluarga.

0 komentar:
Posting Komentar